Jadi Rujukan Konsultasi, DPRD Sulbar Bedah Mekanisme Pokir Bersama Komisi II DPRD Majene

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality?

MAMUJU, Relasiindonesia.com — Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menerima kunjungan kerja (kunker) dari Komisi II DPRD Kabupaten Majene pada Kamis, 26 Februari 2026.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka berbagi informasi (sharing) serta konsultasi terkait penyusunan dan pelaksanaan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Anggaran (Banggar) Sekretariat DPRD Sulbar ini diterima langsung oleh jajaran pejabat struktural, di antaranya Kepala Bagian Umum dan Keuangan, Radi Murti; Kepala Bagian Fasilitasi Pengawasan dan Penganggaran, Yulhabianto; serta Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan, Sahrin Salatung.

Diskusi ini menjadi wadah pertukaran informasi strategis mengenai mekanisme dan tahapan pengusulan Pokir. Pembahasan mencakup proses penjaringan aspirasi konstituen, teknis penginputan ke dalam sistem perencanaan, koordinasi dengan perangkat daerah, hingga tahap penetapan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja (Renja).

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Majene, Napirman, menjelaskan bahwa kunjungan ini sangat krusial untuk memperjelas alur birokrasi dan kewenangan DPRD Majene dalam mengawal usulan masyarakat.

“Kami ingin memastikan tahapan-tahapan yang dilakukan anggota DPRD, mulai dari pengusulan hingga penetapan dalam Renja, berjalan sesuai prosedur. Harapannya, pengusulan Pokir ini makin transparan dan akuntabel,” ujar Napirman.

Di sisi lain, pihak Sekretariat DPRD Sulbar menyambut positif kunker tersebut. Pertemuan ini dinilai sebagai langkah penguatan sinergi antarlembaga legislatif di Sulawesi Barat untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah yang lebih partisipatif.

Melalui kegiatan ini, kedua belah pihak berharap tercipta kesamaan persepsi terkait tata kelola Pokir DPRD agar dapat diimplementasikan secara efektif dan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat di daerah.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *